BREAKING NEWS

Kurikulum 2013 VS Mutu Guru



Pernahkah kita memperhatikan tentang perilaku sosok seorang ibu muda  dimasa kehamilannya ? Ada ibu yang pada awal kehamilannya cenderung untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an atau terkadang ada yang memperdengarkan lagu klasik pada calon buah hatinya . Itu  adalah salah satu contoh pembelajaran awal yang berusaha orang tua berikan ke buah hatinya untuk belajar tentang sesuatu hal.

Bercermin pada cerita diatas, sebagian orang berpendapat bahwa pengalaman hidup jauh lebih berharga dan lebih mendasar untuk sebuah pendidikan. Dalam hal ini keluarga berperan penting untuk membentuk karakter seorang anak yang akan selalu dibawa dalam kehidupannya kelak di lingkungan masyarakat. Meskipun demikian, kita tidak boleh mengesampingkan pendidikan formal yang juga ikut andil dalam menjadikan anak bangsa cerdas, mandiri, berkarakter, dan ber-akhlakul karimah.

Untuk mewujudkan tujuan itu, pemerintah tidak pernah berhenti berusaha untuk melakukan perbaikan pendidikan di Indonesia dengan berbagai cara. Salah satunya upaya pemerintah menyempurnakan kurikulum pendidikan kita, yang dalam waktu dekat ini akan digunakan oleh seluruh sekolah baik negeri maupun swasta. 

Pemerintah bersama tim penyusun berharap kurikulum 2013 yang sedang dipersiapkan ini akan memberikan perubahan pada model pembelajaran yang memberikan ruang gerak bagi siswa untuk berekspresi seluas-luasnya. Pemerintah juga berharap dengan adanya kurikulum 2013 ini, pendidikan karakter  semakin kuat dan tercermin pada dunia pendidikan Indonesia.

Kurikulum baru yang akan diberlakukan pada tahun ajaran 2013-2014 ini, penekanannya terletak pada konten. Siswa di tingkat SD akan lebih banyak menerima pembelajaran yang bersifat lebih tematik. Pendidikan karakterpun lebih banyak diterima di jenjang SD, karena semakin naik pelajaran pendidikan karakter berkurang dan diganti dengan pelajaran keilmuan.

Namun, tampaknya upaya pemerintah untuk menyempurnakan kurikulum pendidikan di Indonesia ini butuh perjuangan. Wacana pemberlakuan Kurikulum 2013 mendapat respon luar biasa dari berbagai kalangan. Banyak juga yang bernada cemas dan banyak terjadi pro kontra di masyarakat. Salah satunya adalah informasi yang diterima bahwa dengan sudah disiapkannya segala perangkat pembelajaran untuk guru akan mematikan kreatifitas dan inovasi guru dalam proses pembelajaran. Belum lagi informasi adanya pemangkasan mata pelajaran pada setiap jenjang. Salah satu contoh pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar pun akan dihilangkan. Dengan demikian para guru beranggapan bahwa akan ada pengangguran masal bagi guru-guru bidang studi. Dipihak lain, Kepala Badan SDM Kemendikbud menjamin implementasi perubahan kurikulum 2013 yang dirancang pemerintah pusat akan jauh lebih mempermudah kinerja para guru. Seharusnya rasa khawatir guru tidak perlu ada, sebab perubahan kurikulum hanya bersifat penyempurnaan. Karena itu pemahaman guru sangatlah penting untuk menunjang terlaksananya kurikulum 2013 baru, seperti proses pembelajarannya, materi, maupun penilaiannya.

Terlepas dari polemik pro dan kontra  dimasyarakat tentang akan bergantinya kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013, tetaplah kita harus sadar bahwa kurikulum adalah jendela bagi dunia pendidikan dan kurikulum sarana pembuka arah kemana generasi bangsa kita melangkah. Dengan melihat tujuan pendidikan Indonesia dalam UU Nomor 2 tahun 1989 Pasal 4 adalah “…mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.”, kita harus berfikir lebih objektif dalam memandang upaya pemerintah dalam melaksanakan perubahan di dunia pendidikan.

Dengan menyadari bahwa kurikulum adalah kendaraan untuk mengantar pendidikan Indonesia kita mau dibawa ke arah mana, seharusnya kita jauh lebih memikirkan bagaimana kualitas pengemudinya. Seperti sebuah analogi, semewah dan semahal apapun sebuah mobil bisa juga mengakibatkan kecelakaan jika pengemudinya tidak paham bagaimana cara mengemudi yang baik.

Melihat kenyataan tersebut, sebagai seorang pendidik kita harus bisa lebih bijak menyikapi penyempurnaan kurikulum pendidikan ini. Karena kurikulum sifatnya tidak akan pernah sempurna. Kurikulum harus selalu dinamis atau memerlukan perubahan sejalan dengan dunia yang terus berkembang, sehingga dalam proses mencerdaskan bangsa membutuhkan penyempurnaan kurikulum secara terus menerus.

Untuk mengantisipasi ketidakjelasan dalam pelaksanaan kurikulum, pemerintah perlu melibatkan guru dalam implementasi kurikulum dan memberi waktu yang memadai dan fasilitas cukup untuk berinteraksi sesama mereka dan para pembuat kebijakan. Hal ini perlu dilakukan untuk menciptakan rasa yakin di hati mereka tentang kurukulum tersebut. Mengingat keyakinan guru adalah prasyarat penting untuk berhasilnya sebuah kurikulum di kelas dan reformasi kurikulum secara menyeluruh, maka semua guru di setiap sekolah harus mendapat pelatihan dan perhatian yang sama sehingga menghasilkan kesamaan dalam persepsi tentang kurikulum 2013 ini. Dengan begitu semua guru tidak mengartikan kurikulum 2013 dengan sudut pandang yang berbeda layaknya seseorang melihat seekor gajah. Ada yang memaknai gajah itu panjang karena melihat hidungnya, ada yang memaknai gajah itu lebar karena melihat telinganya, dan ada juga yang memaknai gajah itu kecil karena melihat kakinya.

Sudah waktunya kita memikirkan yang jauh lebih penting daripada sekedar sebuah perubahan kurikulum pendidikan. Mutu pendidikan sangat ditentukan kualitas dan komitmen seorang guru. Yang bertanggung jawab dalam membangun atmosfer akademik didalam kelas adalah para guru. Atmosfer ini yang bertujuan membentuk karakter siswa terutama berkaitan dengan nilai-nilai akademik utama yaitu sikap ilmiah dan kreatif. Untuk dapat mengajar secara efektif, maka guru semestinya tidak pernah berhenti belajar tentang bagaimana cara mengajar yang baik dan bagaimana cara menilai secara efektif, sehingga diharapkan guru tersebut dapat mengembangkan cara mengajarnya sendiri, dapat meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme mereka serta mampu berkolaborasi dengan rekan guru yang lain. Seorang guru juga harus berteman dengan kecanggihan tekhnologi dan berkembangnya dunia internet dalam berkarya sehingga tidak akan pernah ada istilah guru “Jadul” ataupun guru “Gaptek”.

Tetap semangat dan terus berjuang untuk memajukan pendidikan di Indonesia saudara seperjuanganku. Semoga ini adalah sumbangsih kita yang mampu mengangkat derajat kita kelak di kemudian hari. 

Salam dua jempol dari bunda... :)

Kurikulum 2013 VS Mutu Guru Kurikulum 2013 VS Mutu Guru Reviewed by Bunda Lulus on Friday, April 05, 2013 Rating: 5

Sora Templates